Para Wanita Tidak Suka Twitter
Dari hasil penelitian di tahun 2009 yang dilakukan beberapa media online di US yang fokus pada wanita mengungkap bahwa wanita pada umumnya memisahkan persoalan pribadi dan bisnis atau pekerjaan dalam penggunaan media sosial di internet. Para wanita yang di-survey beranggapan bahwa blog sebagai salah satu sumber informasi yang bermanfaat, apalagi jika informasinya berkaitan dengan aktifitas belanja, dan sebagian besat dari wanita tersebut menggunakan jejaring sosial (sosial network) murni hanya untuk menjalin komunikasi dengan keluarga dan teman.
Lebih dari separuh wanita yang di-survey bahwa mereka berpartisipasi dalan beberapa aktifitas yang berhubungan dengan blog, seperti menulis blog dan memberi komentar blog lain, dan para wanita tersebut hampir semuanya menggunakan jejaring sosial (social networks).
Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa wanita menggunakan jejaring sosial (social network) murni untuk menjalin komunikasi, 75% dari para wanita tersebut menggunakan jejaring sosial (sicial network) untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, dan tidak banyak dari wanita-wanita tersebut menggunakannya sebagai sumber pencarian informasi (yang dapat mempengaruhi keputusan mereka dalam membeli barang).
Dan sebaliknya, wanita menggunakan blog lebih untuk urusan bisnis atau pekerjaan, dan wanita lebih banyak mencari informasi dari blog dibandingkan mencari informasi melalui jejaring sosial (social network), untuk mencari berbagai informasi seperti saran dan rekomendasi, opini, dan sharing pengalaman.
Sepertiga dari wanita yang aktif di jejaring sosial (social network) hanya setia pada satu situs jejaring sosial dan tidak aktif di situs jejaring sosial yang lain yang mungkin juga diikutinya. Mungkin ada berbagai alasan yang menyebabkan hal tersebut, namun yang pasti mungkin karena hal inilah mengapa hanya sekitar 20% wanita yang getol menggunakan Twitter.
Berikut komentar salah seorang wanita: “Saya seorang wanita karir dan Saya melihat kecenderungan dari mayoritas rekan kerja saya tidak begitu perhatina soal Twitter. … . Saya lebih banyak memperoleh rekan bisnis dan sahabat melaui blog dan FB Saya. Jika ingin mencari sesuatu Saya lebih senang mencarinya melalui Google dan tidak begitu suka untuk berharap pada Twitter dan menunggu semoga saja ada orang yang membahas tentang apa yang sedang saya cari.”
Lalu bagimakah perilaku para wanita di Indonesia dengan blog dan jejaring sosial? Apakah sama?
3 Alasan Promosi Lewat Website
Setidaknya ada 3 alasan yang saya miliki untuk menyarankan Anda menggunakan mendia internet untuk menyempurnakan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Anda.
1. Biaya yang relatif murah. Boleh dibilang untuk membuat website yang bisa berfungsi dengan cukup baik sebagai alat promosi, perusahaan Anda tidak perlu mengeluarkan biaya hingga ratusan juta. Bahkan jika usaha Anda tidak ada banyak dana lebih untuk membuat website, internet menyediakan banyak peluang bagi usaha Anda untuk memiliki website secara gratis.
2. 24/7. Website dapat Anda gunakan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama setahun penuh untuk melakukan promosi. Apalagi dengan fitur-fitur yang telah ada saat ini website Anda dapat melakukan follow up kepada potential costumer secara otomatis yang siaga 24 jam.
3. Tepat sasaran. Website yang dikembangkan dengan baik dapat membantu Anda menyentuh target market Anda dengan tepat. Sehingga komunikasi yang Anda bangun akan berjalan lebih efektif dan mendatangkan potential consumer yang lebih besar.
Jadi apa salahnya jika Anda mencoba mempromosikan produk atau jasa Anda menggunakan website. Jika Anda merasa berpromosi dengan website dapat memberi peluang lebih besar dalam mengembankan usaha Anda, mengapa tidak Anda coba memulainya dari sekarang?
Website & Integrated Marketing Communication
Media Internet merupakan salah satu media penting dalam menciptakan komunikasi pemasaran yang terintegrasi (Integrated Marketing Communication).
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah sebuah strategi bisnis dalam merancang, mengembangkan, melaksanakan dan mengevaluasi program komunikasi secara terus menerus kepada konsumen, mitra bisnis, dan pihak-pihak lain yang menjadi tujuan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pendapatan bisnis Anda dalam jangka pendek dan membangun brand bisnis Anda untuk jangka panjang.
IMC melibatkan berbagai elemen pemasaran dan bukanlah sekedar menyamakan program komunikasi yang dilakukan menjadi satu tema, satu bentuk dan satu suara. IMC dikembangkan untuk membantu bisnis Anda mengidentifikasi cara yang paling tepat dan efektif untuk menyampaikan pesan dan membina hubungan dengan konsumen maupun mitra bisnis Anda.
IMC telah banyak digunakan oleh perusahaan besar maupun usaha kecil dan menengah. Pendekatan IMC sangat popular digunakan baik untuk produk dan jasa baik yang dipasarkan ke konsumen maupun B2B (business- to-business). Alasan mendasar mengimplementasikan IMC adalah lebih tersineginya komunikasi bisnis Anda dari pada membiarkan setiap fungsi komunikasi yang Anda gunakan tercerai berai berjalan sendiri-sendiri. Tentunya hal ini akan menciptakan sebuah program komunikasi yang lebih efektif dan efisien bagi bisnis Anda.
Jika kita mau memperhatikan kondisi saat ini, konsumen semakin tidak memberikan respon terhadap cara komunikasi iklan yang traditional. Konsumen semakin lelah di hujani iklan-iklan karena sering kali iklan yang mereka dapatkan bukanlah tentang sesuatu hal yang menarik bagi mereka atau sesuatu yang mereka butuhkan. Ini dikarenakan iklan tidak disampaikan hanya ke target audience nya saja tetapi sering juga di bombardirkan langsung ke setiap orang tanpa pandang bulu.
Namun di era dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti sekarang ini semua itu dapat diatasi. Berkembangnya teknologi telah memunculkan banyak media baru dalam berkomunikasi. Terlebih lagi setelah adanya mendia elektronik, khususnya internet, telah memberikan peluang bagi bisnis Anda untuk mampu memilah-milah audience dengan lebih mudah, sehingga pesan yang ingin dikomunikasikan akan tertuju ke sasaran yang tepat. Trend perkembangan teknologi ini membuat makin maraknya bisnis berpindah dari mass-marketing ke micro-marketing dan website menjadi salah satu ujung tombak dalam hal ini untuk terwujudnya komunikasi pemasaran yang terintegrasi.
Menulis Sales Letter untuk Pertama Kali
Mau lihat tulisan sales letter pertama Saya? Klik di sini(broken link). Setelah membaca mohon komentar, kritik, dan sarannya melalui posting ini. Dan sebelumnya Saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang mau meluangkan waktunya.
Memilih Sebuah Niche Market
Jika Anda telah memutuskan untuk mengelola sebuah website yang Anda pergunakan untuk Affiliate Marketing, maka pastikan Anda telah memilih produk yang akan Anda jual. Usahakan pilihlah produk yang Anda tahu banyak mengenainya atau sesuatu yang Anda sukai, setidaknya ini akan membantu Anda dalam menulis artikel untuk website Anda. Dan artikel yang berkualitas akan mudah merayu orang untuk membeli produk dari website Anda.

